Cara Cek SSD Laptop dengan Mudah di Windows 10 & 11

Pernahkah Anda merasa frustrasi karena laptop yang baru dibeli terasa lambat saat booting, atau Anda penasaran apakah komponen di dalamnya benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan penjual? Ketidaktahuan mengenai komponen penyimpanan (storage) seringkali membuat pengguna laptop merasa "tertipu" atau bingung saat hendak melakukan upgrade. Padahal, mengetahui cara cek SSD laptop adalah langkah fundamental yang harus dipahami oleh setiap pengguna komputer untuk memastikan performa perangkat tetap optimal.

Bayangkan betapa menjengkelkannya jika Anda berniat menginstal game berat atau software editing, namun ternyata laptop Anda masih menggunakan HDD model lama yang lambat, bukan SSD seperti yang Anda kira. Atau lebih buruk lagi, SSD Anda ternyata sudah mendekati masa kritis kerusakan tanpa adanya peringatan, menyebabkan risiko kehilangan data berharga secara tiba-tiba. Ketidakpastian ini tidak hanya membuang waktu produktif Anda, tetapi juga bisa menguras biaya perbaikan yang seharusnya bisa dicegah.

Untungnya, Anda tidak perlu membongkar casing laptop dan mengambil risiko membatalkan garansi hanya untuk melihat jeroannya. Solusinya ada tepat di sistem operasi yang Anda gunakan sekarang. Dalam panduan mendalam ini, kami akan mengupas tuntas berbagai metode—mulai dari fitur bawaan Windows hingga aplikasi pihak ketiga—untuk memeriksa jenis, merek, hingga status kesehatan SSD Anda di Windows 10 dan 11 dengan cepat dan akurat.



Mengapa Anda Harus Tahu Spesifikasi SSD Laptop Anda?

Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk memahami mengapa informasi ini krusial. SSD (Solid State Drive) adalah jantung dari kecepatan laptop modern. Mengetahui detail SSD Anda berguna untuk:

  1. Rencana Upgrade: Mengetahui slot apa yang tersedia (SATA 2.5 inch atau M.2 NVMe) agar tidak salah beli.

  2. Pemantauan Kesehatan: SSD memiliki batas umur (TBW - Terabytes Written). Mengeceknya secara rutin mencegah data hilang.

  3. Verifikasi Keaslian: Memastikan laptop bekas atau baru yang Anda beli memiliki komponen asli sesuai iklan.

Metode 1: Cek SSD Menggunakan Task Manager (Paling Cepat)

Ini adalah cara termudah dan tercepat untuk mengetahui apakah laptop Anda menggunakan SSD atau HDD tanpa menginstal aplikasi tambahan.

  1. Hidupkan laptop Anda dan masuk ke halaman utama Windows.

  2. Tekan kombinasi tombol Ctrl + Shift + Esc secara bersamaan untuk membuka Task Manager.

  3. Jika tampilan Task Manager Anda kecil (mode minimalis), klik tulisan "More details" di bagian bawah.

  4. Pilih tab "Performance".

  5. Di kolom sebelah kiri, cari bagian Disk.

  6. Di sana, Windows akan secara eksplisit menuliskan jenis disk Anda, apakah SSD atau HDD.

Informasi yang didapat:

  • Jenis disk (SSD/HDD).

  • Kapasitas total penyimpanan.

  • Aktivitas penggunaan disk secara real-time.

Metode 2: Menggunakan PowerShell (Untuk Detail Teknis)

Bagi Anda yang menyukai cara yang lebih teknis atau ingin melihat status media secara spesifik, PowerShell adalah alat bawaan Windows yang sangat powerful.

  1. Klik kanan pada tombol Start, lalu pilih Windows PowerShell (Admin) atau Terminal (Admin).

  2. Ketik perintah berikut ini lalu tekan Enter: Get-PhysicalDisk

  3. Sistem akan menampilkan daftar drive yang terpasang.

  4. Perhatikan kolom MediaType. Jika tertulis SSD, maka laptop Anda menggunakan Solid State Drive. Jika HDD, maka itu adalah Hard Disk Drive biasa.

Kelebihan metode ini:

  • Bisa melihat "Health Status" secara kasar (biasanya tertulis Healthy).

  • Menampilkan semua drive sekaligus jika Anda menggunakan dual storage.

Metode 3: Melalui Device Manager (Mengetahui Model & Merek)

Jika Anda butuh mengetahui merek dan nomor model seri SSD untuk keperluan pencarian driver atau klaim garansi, Device Manager adalah tempatnya.

  1. Tekan tombol Windows + X di keyboard.

  2. Pilih Device Manager dari menu yang muncul.

  3. Cari kategori Disk drives dan klik tanda panah kecil untuk memperluas (expand) menunya.

  4. Anda akan melihat nama lengkap komponen penyimpanan Anda. Contohnya: Samsung SSD 970 EVO Plus 500GB.

  5. Jika namanya berupa kode aneh (misal: WDS500G2B0C), Anda cukup menyalin kode tersebut dan mencarinya di Google untuk mengetahui detail spesifikasinya.

Metode 4: System Information (Cek Interface SATA vs NVMe)

Penting untuk membedakan antara SSD SATA (kecepatan standar) dan SSD NVMe (kecepatan tinggi).

  1. Tekan Windows + R untuk membuka jendela Run.

  2. Ketik msinfo32 lalu tekan Enter.

  3. Di jendela System Information, buka menu pohon di sebelah kiri: Components > Storage > Disks.

  4. Di panel kanan, cari baris Model dan Media Type.

  5. Meskipun informasinya sangat teknis, bagian ini seringkali menunjukkan tipe antarmuka (Interface) yang digunakan.

Metode 5: Menggunakan Software Pihak Ketiga (Paling Akurat & Lengkap)

Fitur bawaan Windows bagus untuk identifikasi dasar. Namun, untuk mengetahui Kesehatan (Health), Suhu, dan Total Host Writes, Anda memerlukan software khusus. Berikut adalah dua rekomendasi terbaik dan gratis:

A. CrystalDiskInfo (Wajib Punya)

Aplikasi ini adalah standar emas untuk mengecek kesehatan storage.

  1. Unduh CrystalDiskInfo dari situs resminya (pilih versi Standard Edition).

  2. Instal dan jalankan aplikasi.

  3. Cara Membaca Data:

    • Health Status: Lihat persentasenya. Jika 100% (Good) berwarna biru, SSD Anda sehat. Jika kuning (Caution) atau merah (Bad), segera backup data Anda.

    • Temperature: Memastikan SSD tidak overheat.

    • Interface: Akan tertulis NVM Express (NVMe) atau Serial ATA (SATA).

    • Transfer Mode: Menunjukkan kecepatan jalur data (misal PCIe 3.0 x4).

B. Hard Disk Sentinel (Alternatif Populer)

Software ini memberikan penjelasan deskriptif yang lebih mudah dipahami orang awam.

  1. Unduh dan instal versi trial dari Hard Disk Sentinel.

  2. Di halaman utama, Anda akan langsung disuguhi rangkuman teks seperti: "The hard disk status is PERFECT. Problematic or weak sectors were not found."

  3. Ini sangat membantu jika Anda tidak mengerti angka-angka teknis.

Memahami Hasil Pengecekan: SATA vs NVMe M.2

Setelah berhasil mengecek, Anda mungkin bingung dengan istilah yang muncul. Berikut panduan singkatnya:

  • SSD SATA 2.5 Inch: Bentuknya kotak seperti HDD laptop lama. Kecepatannya maksimal sekitar 550 MB/s. Cocok untuk upgrade laptop tua.

  • SSD M.2 SATA: Bentuknya seperti batang permen karet (tipis), tapi kecepatannya sama dengan SATA biasa.

  • SSD M.2 NVMe (PCIe): Bentuknya sama seperti M.2 SATA, tapi jauh lebih cepat (bisa mencapai 3500 MB/s hingga 7000 MB/s pada Gen4). Ini adalah standar laptop modern.

Penting: Jangan sampai salah membeli SSD M.2 NVMe untuk slot yang hanya mendukung M.2 SATA, karena fisik soketnya berbeda (jumlah notch atau lubang giginya beda).

Tanda-Tanda SSD Laptop Anda Bermasalah

Meskipun pengecekan software menunjukkan hasil "Good", waspadai gejala fisik berikut:

  1. Blue Screen of Death (BSOD): Sering muncul error dengan kode INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE.

  2. File Corrupt: File tidak bisa dibuka atau hilang tiba-tiba.

  3. Read-Only Mode: SSD tiba-tiba tidak bisa diisi data baru (mekanisme perlindungan diri saat SSD sekarat).

  4. Lambat Ekstrem: Proses copy-paste data besar melambat drastis.

Jika Anda mengalami ini padahal hasil cek di Task Manager normal, disarankan menggunakan CrystalDiskInfo untuk diagnosa lebih dalam.

Tips Merawat SSD Agar Awet (Long Life Span)

Setelah memastikan jenis SSD Anda, lakukan hal ini agar umurnya panjang:

  • Jangan Defrag: Berbeda dengan HDD, SSD tidak perlu dan tidak boleh di-defrag karena akan menghabiskan jatah write cycle-nya. Windows 10/11 biasanya otomatis mematikan fitur ini untuk SSD (diganti dengan fitur TRIM).

  • Sisakan Ruang Kosong: Jangan isi SSD sampai 100% penuh. Sisakan minimal 15-20% ruang kosong agar fitur wear leveling bekerja optimal menjaga performa.

  • Jaga Suhu: Pastikan ventilasi laptop bersih. Panas berlebih dapat menurunkan performa SSD NVMe (throtling).

Kesimpulan

Mengetahui spesifikasi dan kondisi penyimpanan laptop bukan lagi hal yang sulit atau eksklusif untuk teknisi komputer. Dengan memahami cara cek SSD laptop yang telah kami jabarkan di atas, Anda kini memiliki kendali penuh atas perangkat Anda. Mulai dari metode cepat via Task Manager hingga analisa mendalam menggunakan CrystalDiskInfo, semua opsi tersedia untuk memastikan apakah laptop Anda berjalan dengan performa maksimal atau membutuhkan peremajaan komponen. Jangan biarkan ketidaktahuan membuat produktivitas Anda terhambat oleh perangkat yang lemot.

Kami sangat menyarankan Anda untuk menjadikan pengecekan kesehatan SSD ini sebagai rutinitas bulanan, terutama jika laptop digunakan untuk pekerjaan berat setiap hari. Ingat, data adalah aset yang paling berharga di era digital ini. Mencegah kerusakan dengan deteksi dini jauh lebih murah dan mudah daripada mencoba memulihkan data dari SSD yang sudah rusak total. Segera cek laptop Anda sekarang juga!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah semua laptop Windows 10 dan 11 pasti punya SSD? Tidak selalu. Laptop keluaran lama atau laptop entry-level murah mungkin masih menggunakan HDD. Namun, hampir semua laptop mid-range ke atas keluaran 5 tahun terakhir sudah menggunakan SSD sebagai standar.

2. Bisakah saya mengganti HDD laptop lama menjadi SSD? Sangat bisa dan sangat disarankan. Selama laptop Anda memiliki port SATA (yang dipakai HDD lama), Anda bisa menggantinya dengan SSD SATA 2.5 inch. Peningkatan kecepatannya akan sangat terasa, bisa 5x hingga 10x lebih cepat.

3. Apa bedanya Health 90% dan 100% di CrystalDiskInfo? Setiap SSD memiliki batas umur tulis (TBW). Setiap kali Anda menyimpan data, umur ini berkurang sedikit demi sedikit. Angka 90% berarti SSD masih sangat sehat. Anda baru perlu khawatir jika angka kesehatan turun di bawah 50% atau statusnya berubah menjadi "Caution".

4. Apakah cek SSD bisa dilakukan tanpa menyalakan laptop? Bisa, tapi Anda harus membongkar casing belakang laptop dan melihat label fisik pada komponen storage tersebut. Cara ini berisiko jika Anda tidak terbiasa membongkar perangkat elektronik.

5. Apakah SSD perlu partisi seperti HDD? Ya, SSD tetap butuh dipartisi (misal Drive C: untuk sistem, Drive D: untuk data) agar manajemen file lebih rapi. Namun, dari segi performa teknis, mempartisi SSD tidak memberikan peningkatan kecepatan seperti pada HDD

Post a Comment for "Cara Cek SSD Laptop dengan Mudah di Windows 10 & 11"