Cara Screening Altcoins untuk Daily Trading Agar Profit Konsisten
Apakah Anda sering bertanya-tanya, "Bagaimana para trader pro bisa tahu koin mana yang akan naik gila-gilaan hari ini?"
Seringkali, trader pemula merasa bahwa menemukan hidden gem atau altcoin yang sedang pump adalah masalah keberuntungan semata. Padahal, realitanya sangat berbeda. Keberhasilan dalam daily trading (trading harian) 80% ditentukan oleh persiapan, dan persiapan itu disebut dengan Screening.
Jika Anda masih mencari koin satu per satu secara manual di daftar CoinMarketCap, Anda sedang membuang waktu berharga. Itu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Dalam artikel ini, kita akan membedah strategi screening altcoins yang efektif, cepat, dan menggunakan tools gratis, seperti yang dibagikan oleh praktisi trading kripto.
Mari kita bahas bagaimana cara mendapatkan profit konsisten dengan menemukan koin yang tepat sebelum harganya terbang.
Mengapa Screening Koin Itu Wajib?
Sebelum masuk ke teknis, pahami dulu filosofinya. Bayangkan Anda adalah seorang nelayan. Jika Anda ingin menangkap banyak ikan, apakah Anda akan menggunakan sendok makan atau menggunakan jaring yang lebar?
Mencari koin secara manual tanpa filter adalah seperti menangkap ikan dengan sendok. Screening adalah jaring Anda. Dengan menggunakan platform screener, Anda bisa menyaring ribuan koin sampah menjadi 5-10 koin potensial yang memiliki volatilitas dan likuiditas tinggi—dua syarat mutlak untuk daily trading agar bisa cuan cepat.
3 Platform Gratis Terbaik untuk Screening Altcoins
Anda tidak perlu berlangganan tools mahal seharga ratusan dolar per bulan. Berikut adalah tiga platform gratis yang sangat powerful untuk melakukan riset pasar:
1. Orion Terminal: Memburu Volatilitas dengan Fitur 'Ticks'
Platform pertama yang jarang diketahui pemula namun menjadi senjata rahasia para scalper adalah Orion Terminal.
Cara Penggunaan:
Buka Orion Terminal (gratis).
Ubah pengaturan filter ke Ticks 5 Minit.
Lihat daftar koin yang berada di urutan teratas.
Apa itu Ticks dan Mengapa Penting? Banyak orang salah kaprah menyamakan ticks dengan volume. Ticks adalah frekuensi pergerakan harga. Jika harga Bitcoin bergerak dari $90.000 ke $90.001, itu dihitung sebagai satu tick.
Semakin tinggi jumlah ticks dalam 5 menit terakhir, berarti koin tersebut sedang sangat aktif diperdagangkan. Bagi seorang daily trader, pergerakan harga adalah nyawa. Anda tidak bisa profit di pasar yang sideways atau mati suri. Koin-koin yang muncul di daftar teratas Orion Terminal (seperti contoh kasus: PIPPIN atau PVERSE) adalah kandidat utama untuk Anda pantau grafiknya.
2. CoinMarketCap: Strategi Rasio Volume vs Market Cap
CoinMarketCap (CMC) adalah situs yang paling umum digunakan, namun 90% orang menggunakannya dengan cara yang salah. Jangan hanya melihat daftar Top Gainers karena seringkali Anda sudah terlambat (FOMO).
Strategi Screening di CMC:
Buka daftar koin dan filter berdasarkan Volume 24 Jam Tertinggi.
Bandingkan Volume tersebut dengan Market Cap (Kapitalisasi Pasar).
Rumus Emas: Cari altcoins yang memiliki Volume 24 Jam sebesar 20% hingga 30% (atau lebih) dari total Market Cap-nya.
Contoh Kasus: Misalkan sebuah koin bernama ZCASH memiliki Market Cap $5 Miliar. Jika volume transaksi hariannya mencapai $1,3 Miliar, ini adalah sinyal kuat.
Rasio volume yang besar terhadap Market Cap menandakan adanya minat yang masif dari pasar. Ini juga menjamin likuiditas, sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk menjual koin (exit position) saat target profit tercapai. Hindari koin dengan volume kecil karena rentan dimanipulasi oleh "paus" (market maker).
3. CoinGlass: Mendeteksi Jejak Bandar via Open Interest (OI)
Platform ketiga adalah CoinGlass. Jika dua tools sebelumnya fokus pada pasar Spot, CoinGlass sangat berguna untuk melihat sentimen di pasar Futures (Derivatif).
Fokus pada Open Interest (OI):
Cari menu Open Interest.
Urutkan berdasarkan kenaikan OI tertinggi dalam 24 jam atau 4 jam terakhir.
Apa Artinya? Open Interest adalah jumlah kontrak futures (Long/Short) yang sedang aktif atau terbuka. Kenaikan OI yang drastis (misalnya di atas 50% atau 100% dalam sehari) menunjukkan uang besar sedang masuk ke koin tersebut.
Jika OI naik tinggi disertai harga yang mulai bergerak naik, ini biasanya menandakan tren yang kuat akan berlanjut. Namun, hati-hati jika OI sudah terlalu tinggi (over-leveraged), karena bisa terjadi long squeeze (harga dibanting untuk melikuidasi posisi Long). Gunakan data ini sebagai konfirmasi bahwa koin tersebut sedang "panas".
Strategi Eksekusi: Jangan Beli Kucing dalam Karung
Setelah Anda melakukan screening menggunakan tiga alat di atas, Anda mungkin akan menemukan 3-5 koin potensial. Langkah selanjutnya adalah analisa teknikal sederhana di TradingView. Jangan asal beli!
Berikut adalah aturan main (Trading Plan) agar profit konsisten:
1. Tunggu Retest (Jangan FOMO)
Kesalahan terbesar pemula adalah membeli saat candle hijau panjang sedang terbentuk. Ini berbahaya.
Sabar: Tunggu harga turun kembali (pullback) ke area yang sebelumnya adalah Resistance (sekarang menjadi Support).
Entry: Lakukan pembelian (Long) di area support tersebut.
2. Hindari "No Man's Land"
Jangan pernah melakukan entry di tengah-tengah rentang harga.
Jika harga berada di tengah-tengah antara Support bawah dan Resistance atas, JANGAN TRANSAKSI.
Prinsip dasar: Buy at Support, Sell at Resistance.
Membeli di tengah memberikan rasio Risk to Reward yang buruk. Stop Loss Anda akan terlalu jauh, dan Target Profit terlalu dekat.
3. Waspadai Liquidity Sweep (Jebakan Wick)
Sering melihat ekor candle (wick) yang panjang ke bawah lalu harga naik lagi? Itu disebut Liquidity Sweep. Market Maker sering menjatuhkan harga sebentar untuk memakan Stop Loss trader ritel sebelum menaikkan harga.
Tips Pro: Jika Anda melihat koin dengan tren naik yang kuat, pasang jaring (Limit Order) di area wick sebelumnya. Seringkali harga akan menjemput order Anda di pucuk bawah sebelum terbang.
4. Gunakan Fibonacci untuk Take Profit
Bingung kapan harus jual? Gunakan alat Fibonacci Extension. Tarik garis dari swing low ke swing high. Level Fibonacci 1.618 atau 2.618 seringkali menjadi target harga yang akurat untuk melakukan Take Profit.
Manajemen Risiko: Kunci Bertahan Hidup
Meskipun screening Anda sudah akurat, pasar kripto tetaplah berisiko tinggi. Tidak ada strategi yang 100% benar (win rate 100% itu mitos). Oleh karena itu, Daily Trading harus disertai dengan manajemen uang yang ketat:
Stop Loss Wajib: Selalu tentukan di mana Anda akan keluar jika analisa salah (biasanya di bawah swing low terakhir).
Risk Reward Ratio: Pastikan potensi profit minimal 1.5x atau 2x lipat dari risiko kerugian.
Disiplin: Jika sudah profit sesuai target harian, berhentilah. Serakah adalah musuh utama trader.
Kesimpulan
Menemukan altcoins untuk daily trading bukanlah ilmu sihir. Ini adalah proses sistematis yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Dengan menggabungkan data frekuensi transaksi (Orion Terminal), likuiditas (CoinMarketCap), dan minat pasar futures (CoinGlass), Anda sudah selangkah lebih maju dibandingkan mayoritas trader ritel lainnya.
Ingat, tools ini hanyalah alat bantu. Keputusan akhir tetap ada di tangan Anda melalui analisa teknikal yang disiplin dan manajemen emosi yang baik.
Mulailah membiasakan diri melakukan screening setiap pagi sebelum pasar bergerak liar. Dengan konsistensi dalam proses, profit yang konsisten akan mengikuti.
Selamat mencoba dan salam cuan!
FAQ (Pertanyaan Umum)
Q: Kapan waktu terbaik untuk melakukan screening koin? A: Waktu terbaik biasanya adalah saat penutupan candle harian (sekitar jam 07.00 pagi WIB) atau saat pembukaan sesi pasar Amerika/Eropa di mana volume mulai masuk.
Q: Apakah strategi ini bisa digunakan di HP? A: Bisa. Semua website (Orion, CMC, CoinGlass) dapat diakses via browser HP, meskipun tampilannya lebih optimal jika menggunakan Desktop/Laptop.
Q: Berapa modal minimal untuk daily trading? A: Tidak ada patokan baku, namun disarankan menggunakan uang dingin. Anda bisa mulai belajar dengan modal $50 - $100 di akun Spot sebelum masuk ke Futures.

Post a Comment for "Cara Screening Altcoins untuk Daily Trading Agar Profit Konsisten"