Cara Menggunakan Fitur OCO (One Cancels the Other) di Binance
Apakah Anda lelah harus memantau grafik harga kripto seharian penuh karena takut pasar tiba-tiba anjlok atau melonjak saat Anda tidur? Dalam dunia crypto trading yang volatil, lengah sedikit saja bisa berakibat fatal.
Untungnya, Binance menyediakan fitur canggih yang sering diabaikan oleh pemula: OCO (One Cancels the Other).
Fitur ini adalah senjata rahasia para trader cerdas untuk melakukan Take Profit (ambil untung) dan Stop Loss (batasi rugi) secara otomatis dalam satu waktu. Jika Anda ingin tidur nyenyak sambil membiarkan sistem bekerja untuk Anda, simak panduan lengkap cara menggunakan fitur OCO di Binance berikut ini.
Apa Itu Fitur OCO di Binance?
Sebelum masuk ke teknis, mari kita pahami definisinya. OCO adalah singkatan dari One Cancels the Other. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan Anda menempatkan dua jenis order sekaligus:
Limit Order: Untuk mengambil profit (harga lebih tinggi dari harga pasar saat ini).
Stop-Limit Order: Untuk membatasi kerugian (harga lebih rendah dari harga pasar saat ini).
Cara kerjanya sederhana: Jika salah satu order tereksekusi (terjual/terbeli), maka order yang satunya akan dibatalkan secara otomatis.
Contoh Kasus: Anda punya Bitcoin di harga $60.000. Anda ingin jual untung di $65.000, TAPI Anda juga ingin jual rugi (cut loss) jika harga jatuh ke $58.000 agar tidak rugi lebih dalam. Dengan OCO, Anda bisa mengatur kedua harga tersebut sekaligus.
Mengapa Anda Wajib Menggunakan OCO?
Bagi trader pemula maupun profesional, fitur ini memiliki manfaat krusial:
Otomatisasi Trading: Tidak perlu standby di depan layar 24/7.
Manajemen Risiko: Mencegah kerugian besar saat pasar crash tiba-tiba.
Disiplin Psikologi: Menghindari keputusan emosional (seperti menahan koin yang terus turun) karena rencana sudah diatur sejak awal.
Panduan Langkah-demi-Langkah: Cara Menggunakan Fitur OCO di Binance
Berikut adalah tutorial teknis menggunakan aplikasi Binance (tampilan Mobile/Desktop memiliki prinsip yang sama):
1. Masuk ke Menu Spot Trading
Buka aplikasi Binance Anda, lalu pilih menu Trade dan pastikan Anda berada di tab Spot.
2. Pilih Pasangan Aset (Pair)
Pilih koin yang ingin Anda perjualbelikan, misalnya BTC/USDT.
3. Ubah Mode Order ke OCO
Secara default, kolom order biasanya tertulis "Limit". Klik tanda panah kecil di samping tulisan tersebut, lalu pilih OCO dari daftar dropdown.
4. Pahami Kolom Isian OCO (Penting!)
Setelah memilih OCO, Anda akan melihat 4 kolom utama yang harus diisi. Ini yang sering membingungkan pemula, jadi perhatikan baik-baik:
Price (Harga): Ini adalah target Take Profit Anda. Masukkan harga jual yang Anda inginkan (lebih tinggi dari harga saat ini).
Contoh: Harga BTC sekarang $60.000, isi di sini $65.000.
Stop: Ini adalah Pemicu (Trigger) untuk Stop Loss. Jika harga pasar menyentuh angka ini, order limit di bawahnya akan aktif.
Contoh: Isi $58.000.
Limit (di bawah Stop): Ini adalah harga jual sebenarnya untuk Stop Loss. Biasanya diisi sedikit lebih rendah dari harga "Stop" untuk memastikan order terjual saat pasar bergerak cepat (slippage).
Contoh: Isi $57.900.
Amount (Jumlah): Masukkan jumlah aset yang ingin Anda jual (misal: 100% atau 50% dari saldo).
5. Konfirmasi Order
Klik tombol Sell (Jual) atau Buy (Beli). Order Anda akan muncul di bagian "Open Orders". Anda akan melihat dua order sekaligus yang saling terhubung.
Simulasi Strategi Trading dengan OCO
Agar lebih jelas, mari kita buat simulasi nyata:
Anda baru saja membeli Ethereum (ETH) di harga $3.000.
Target untung Anda adalah $3.500.
Toleransi rugi Anda maksimal di $2.800.
Maka pengaturan OCO Sell Anda adalah:
Price (Atas): $3.500 (Target Profit).
Stop: $2.800 (Pemicu bahaya).
Limit (Bawah): $2.790 (Harga jual rugi untuk memastikan order tereksekusi).
Skenario yang terjadi:
Jika harga naik ke $3.500, ETH terjual untung. Order Stop Loss di $2.800 otomatis hilang.
Jika harga turun ke $2.800, order jual di $2.790 aktif. Order Profit di $3.500 otomatis hilang.
Tips Aman Menggunakan OCO Agar Tidak "Boncos"
Berikan Jarak pada Stop-Limit: Jangan membuat harga Stop dan harga Limit (bawah) sama persis. Jika pasar jatuh sangat cepat (flash crash), order Anda mungkin tidak terjemput jika angkanya sama. Berilah selisih (gap) sekitar 0.5% - 1%.
Analisis Support & Resistance: Jangan asal menebak angka. Tentukan titik Take Profit di area Resistance dan Stop Loss sedikit di bawah area Support.
Perhatikan Fee: Ingat bahwa setiap transaksi (jual/beli) dikenakan biaya trading fee Binance.
Kesimpulan
Menguasai cara menggunakan fitur OCO di Binance adalah langkah besar untuk beralih dari trader pemula yang emosional menjadi trader cerdas yang strategis. Fitur ini memberikan Anda ketenangan pikiran karena aset Anda terlindungi dari dua arah pergerakan pasar.
Siap untuk mencoba strategi ini? Buka aplikasi Binance Anda sekarang dan praktikkan dengan modal kecil terlebih dahulu!
(Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan saran finansial. Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi.)
%20di%20Binance.jpg)
Post a Comment for "Cara Menggunakan Fitur OCO (One Cancels the Other) di Binance"