15 Ide Jualan Gorengan Paling Laris, Modal Kecil Untung Harian

Siapa yang bisa menolak godaan gorengan hangat yang baru diangkat dari wajan? Di Indonesia, gorengan bukan sekadar camilan, melainkan bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner sehari-hari. Mulai dari teman minum kopi di pagi hari, lauk makan siang, hingga ganjalan perut saat sore, gorengan selalu memiliki pangsa pasar yang luas dan setia. Hal ini menjadikan bisnis gorengan sebagai salah satu peluang usaha kuliner yang tidak ada matinya, tahan terhadap krisis, dan selalu dicari orang dari berbagai kalangan.

Memulai usaha gorengan juga tidak selalu membutuhkan modal besar. Banyak pengusaha sukses yang mengawali bisnis ini hanya dengan gerobak sederhana atau bahkan berjualan di depan rumah. Kuncinya terletak pada cita rasa yang konsisten, kebersihan yang terjaga, serta inovasi menu yang mengikuti selera pasar. Dengan perputaran uang yang cepat—di mana modal belanja pagi hari bisa kembali beserta keuntungannya di sore hari—bisnis ini sangat cocok bagi Anda yang mencari penghasilan harian tunai.

Artikel ini akan mengupas tuntas 15 ide jualan gorengan paling laris yang bisa Anda coba dengan modal terjangkau. Tidak hanya sekadar daftar menu, kami juga akan menyertakan estimasi modal, tips agar dagangan cepat ludes, serta strategi pemasaran modern (online dan offline) untuk memaksimalkan keuntungan Anda. Simak ulasan lengkapnya berikut ini untuk menemukan inspirasi bisnis Anda.

15 Ide Jualan Gorengan Paling Laris, Modal Kecil Untung Harian



1. Tempe Mendoan

Tempe mendoan adalah primadona gorengan, khususnya yang berasal dari tradisi kuliner Banyumas. Berbeda dengan tempe goreng biasa yang kering, mendoan memiliki tekstur setengah matang yang lembut dengan balutan tepung berbumbu kencur dan ketumbar yang khas. Ukurannya yang lebar dan tipis membuatnya sangat memuaskan saat digigit.

Kunci sukses berjualan mendoan terletak pada sambal kecapnya yang pedas manis dengan irisan cabai rawit segar. Anda bisa menjualnya dalam keadaan hangat dadakan (made to order) agar sensasi lembutnya tetap terjaga. Mendoan sangat laris dijual di sore hari sebagai teman ngeteh.

2. Tahu Walik Krispi

Berasal dari Banyuwangi, tahu walik kini menjadi tren nasional. Konsepnya sederhana: tahu pong yang dibalik (bagian dalam menjadi luar) kemudian diisi dengan adonan daging ayam atau aci berbumbu, lalu digoreng hingga garing. Teksturnya yang sangat renyah di luar namun kenyal di dalam memberikan sensasi unik.

Bisnis ini memiliki margin keuntungan yang lumayan karena bahan bakunya relatif murah (tahu dan tepung tapioka), namun nilai jualnya bisa ditingkatkan dengan varian isian seperti ayam pedas, sosis, atau keju. Tahu walik sangat populer di kalangan anak muda dan sering dijual dengan sistem franchise maupun mandiri.

3. Bakwan Sayur (Bala-Bala)

Bakwan sayur adalah menu wajib di setiap penjual gorengan. Campuran kol, wortel, dan tauge dalam adonan tepung yang gurih ini adalah pilihan paling aman dan pasti laku. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang padat membuat bakwan sering dijadikan lauk makan nasi oleh masyarakat.

Untuk membuat bakwan Anda lebih istimewa dan laris, pastikan teksturnya renyah dan tidak berminyak berlebihan. Anda juga bisa berinovasi dengan menambahkan udang rebon atau potongan sosis di atasnya untuk memberikan nilai tambah dan membedakan produk Anda dari kompetitor.

4. Pisang Goreng Madu

Berbeda dengan pisang goreng biasa, pisang goreng madu menggunakan adonan yang dicampur dengan madu atau gula aren, sehingga saat digoreng terjadi karamelisasi yang memberikan warna kecokelatan eksotis dan rasa manis legit. Teksturnya yang crunchy di luar namun lembut dan manis di dalam sangat digemari.

Jenis pisang yang digunakan biasanya pisang raja yang sudah sangat matang (hampir busuk kulitnya) karena kadar gulanya paling tinggi. Ide jualan ini bisa menyasar segmen pasar menengah ke atas jika dikemas dengan packaging yang menarik dan higienis.

5. Cireng Isi Ayam Suwir Pedas

Cireng (Aci Digoreng) telah berevolusi dari sekadar tepung goreng menjadi camilan premium dengan berbagai isian. Varian paling laris saat ini adalah cireng isi ayam suwir dengan bumbu pedas "mercon". Perpaduan kulit cireng yang kenyal dan isian gurih pedas sangat diminati pecinta kuliner pedas.

Kelebihan jualan cireng isi adalah bisa dijual dalam dua bentuk: matang (siap santap) dan frozen food. Ini memungkinkan Anda menjangkau pasar yang lebih luas melalui penjualan online dan pengiriman ke luar kota.

6. Risoles Mayo (American Risol)

Risoles mayo memberikan sentuhan modern pada gorengan tradisional. Berisikan potongan telur rebus, smoked beef (daging asap), dan saus mayones yang melimpah, risoles ini menawarkan rasa creamy dan gurih yang mewah.

Meskipun modalnya sedikit lebih tinggi dibanding gorengan lain, harga jualnya pun bisa dipatok lebih mahal. Risoles mayo sangat laku untuk isian snack box acara kantor, arisan, atau jualan pagi hari sebagai menu sarapan praktis.

7. Ubi Bola-Bola (Obi) Kopong

Bola ubi kopong, khususnya yang berasal dari ubi ungu atau ubi madu, adalah camilan unik karena bagian tengahnya yang kosong namun kulitnya renyah. Rasanya manis alami dan bentuknya yang bulat sempurna sangat menarik secara visual (Instagramable).

Proses pembuatannya memerlukan teknik penggorengan khusus (ditekan-tekan saat menggoreng) agar bisa mengembang dan kopong. Keunikan teknik dan rasa manis yang tidak bikin eneg menjadikan bola ubi ide jualan yang potensial dengan kompetisi yang belum terlalu ketat di beberapa daerah.

8. Singkong Keju Meletup

Lupakan singkong goreng yang keras. Singkong keju meletup diproses dengan cara dikukus, direndam air es berbumbu bawang putih dan ketumbar hingga merekah, baru kemudian digoreng. Hasilnya adalah singkong yang sangat empuk, merekah seperti bunga, dan garing di luar.

Taburan keju parut, susu kental manis, atau bumbu bubuk perasa (balado, jagung bakar) bisa menambah variasi menu. Ini adalah cara menaikkan kelas singkong yang murah menjadi camilan kekinian yang bernilai jual tinggi.

9. Jamur Krispi (Enoki/Tiram)

Jamur krispi adalah alternatif camilan gurih yang sehat dan ringan. Menggunakan jamur tiram atau jamur enoki yang dibalut tepung bumbu, camilan ini menawarkan tekstur sereal yang garing dan rasa umami yang kuat.

Penyajiannya biasanya menggunakan kantong kertas dengan tambahan bumbu tabur berbagai rasa. Modal bahan bakunya sangat murah (jamur tiram tumbuh subur dan murah di Indonesia), namun volume penjualannya bisa sangat tinggi karena sifatnya yang bikin ketagihan ("ngemil tak bisa berhenti").

10. Tahu Gejrot

Meski bukan digoreng kering (tahu pong goreng disiram kuah), tahu gejrot masuk dalam kategori jajanan gorengan yang sangat laris. Tahu sumedang yang digoreng garing dipotong-potong, lalu disiram kuah asam manis pedas dari gula merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih yang diulek kasar.

Kekuatan tahu gejrot ada pada kesegaran kuahnya. Bisnis ini sangat ringkas karena tidak memerlukan kompor besar di lokasi jualan (tahu bisa digoreng di rumah atau dibawa setengah matang), cukup membawa ulekan dan bahan kuah.

11. Pisang Aroma (Caramel)

Pisang aroma atau sering disebut piscok (pisang cokelat) kulit lumpia adalah jajanan favorit anak sekolah hingga orang dewasa. Pisang dipotong memanjang, diberi gula pasir atau cokelat, dibungkus kulit lumpia, lalu digoreng hingga gulanya menjadi karamel.

Modalnya sangat kecil karena kulit lumpia murah dan satu buah pisang bisa dibagi menjadi empat bagian. Rasanya yang manis, krispi, dan ukurannya yang panjang memudahkan untuk dimakan sambil jalan, membuatnya sangat cocok dijual di area sekolah atau pasar malam.

12. Cimol & Cilor

Cimol (Aci di-emol) dan Cilor (Aci Telor) adalah jajanan berbahan dasar tepung tapioka yang sangat populer. Cimol digoreng hingga mengembang lalu diberi bumbu bubuk, sedangkan cilor adalah potongan aci yang digoreng bersama kocokan telur dalam cetakan martabak mini.

Target pasar utamanya adalah anak-anak dan remaja. Keuntungannya sangat besar karena bahan utamanya hanyalah tepung kanji. Anda bisa menjualnya dengan gerobak motor keliling atau stand kecil di depan minimarket.

13. Batagor & Siomay Goreng

Batagor (Bakso Tahu Goreng) adalah perpaduan tahu dan adonan ikan tenggiri yang digoreng garing, disajikan dengan bumbu kacang yang kental, kecap, dan perasan jeruk limau. Aromanya yang khas sangat menggugah selera.

Untuk versi hemat (modal kecil), Anda bisa mengganti ikan tenggiri dengan ayam atau udang rebon, atau memperbanyak rasio tepung (batagor tanpa ikan/dos). Batagor adalah makanan berat berkedok camilan yang sangat mengenyangkan, sehingga sering dibeli sebagai pengganti makan malam.

14. Sosis & Bakso Goreng Mekar

Ini adalah ide jualan paling simpel. Bakso dan sosis dikerat membentuk bunga, lalu digoreng hingga mekar (crispy). Disajikan dengan saus sambal dan mayones. Meskipun sederhana, visual bakso yang mekar sangat menarik perhatian pembeli.

Anda tidak perlu meracik adonan dari nol, cukup membeli bakso dan sosis curah (kiloan) dari frozen food. Usaha ini sangat cocok bagi pemula yang tidak memiliki keahlian memasak khusus tetapi ingin segera memulai bisnis.

15. Gandasturi (Kacang Hijau)

Gandasturi adalah gorengan klasik yang mulai langka, sehingga persaingannya minim. Terbuat dari kumbu kacang hijau yang manis dan lembut, dicelupkan ke adonan tepung lalu digoreng.

Peminat gandasturi biasanya adalah orang dewasa atau orang tua yang mencari rasa nostalgia. Menjual gandasturi di pasar pagi atau daerah perkantoran bisa menjadi peluang emas karena sulit ditemukan di penjual gorengan biasa.


Estimasi Modal & Keuntungan Harian

Berikut adalah simulasi kasar untuk usaha gorengan gerobak sederhana (dengan asumsi menjual 3 jenis gorengan utama: Bakwan, Tahu, Pisang).

1. Modal Awal (Investasi Alat)

  • Gerobak/Meja & Etalase Kecil: Rp 1.500.000

  • Kompor Gas & Tabung: Rp 350.000

  • Wajan Besar, Spatula, Serok: Rp 150.000

  • Wadah & Peralatan Lain: Rp 100.000

  • Total Modal Alat: ± Rp 2.100.000 (Bisa ditekan jika memakai alat dapur sendiri).

2. Modal Operasional Harian

  • Bahan Baku (Tepung, Minyak 2L, Sayur, Tahu, Pisang, Gas, Plastik): Rp 150.000.

3. Estimasi Penjualan & Keuntungan

  • Target jual: 300 pcs gorengan @Rp 1.500 (harga rata-rata 2024/2025).

  • Omset Harian: 300 x Rp 1.500 = Rp 450.000.

  • Keuntungan Bersih Harian: Rp 450.000 (Omset) - Rp 150.000 (Modal Bahan) = Rp 300.000.

  • Potensi Bulanan: Rp 300.000 x 26 hari = Rp 7.800.000.


Tips Agar Jualan Gorengan Cepat Laris

  1. Gunakan Minyak Berkualitas: Jangan gunakan minyak jelantah yang sudah hitam pekat. Minyak yang bersih menghasilkan gorengan yang warnanya kuning keemasan cantik (golden brown) dan tidak membuat tenggorokan gatal. Ini akan membuat pelanggan kembali lagi.

  2. Sambal adalah Kunci: Orang Indonesia suka pedas. Buatlah sambal petis, sambal bawang, atau sambal kecap racikan sendiri yang enak. Seringkali orang membeli gorengan hanya karena ketagihan sambalnya.

  3. Tiriskan dengan Baik: Gorengan yang "banjir minyak" di plastik sangat tidak menarik. Gunakan peniris minyak yang baik atau kertas penyerap minyak agar gorengan tetap renyah lebih lama.

  4. Aroma Marketing: Gorenglah dagangan Anda di lokasi (dadakan). Aroma bawang putih dan adonan yang digoreng akan menyebar dan menarik orang yang lewat secara otomatis.


Strategi Jualan Gorengan Online & Offline

Strategi Offline:

  • Lokasi Strategis: Pilih tempat di dekat minimarket, sekolah, halte, atau di persimpangan jalan perumahan.

  • Tampilan Bersih: Pastikan gerobak bersih, tutup makanan agar tidak kena debu jalanan, dan penjual menggunakan celemek. Kesan higienis menaikkan kelas gorengan Anda.

  • Paket Hemat: Buat promo "Beli 10 Gratis 1" atau "Paket Rp 10.000 Campur" untuk mempercepat perputaran stok.

Strategi Online:

  • Daftar Ojol Kuliner: Daftarkan usaha Anda di GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood. Gunakan foto produk yang terang dan menggiurkan.

  • Jual Varian Frozen: Khusus untuk Cireng, Risoles, dan Tahu Walik, sediakan kemasan vakum beku. Promosikan lewat WhatsApp Story dan grup Facebook komunitas lokal.

  • Snack Box: Tawarkan kerja sama dengan Event Organizer atau kantor untuk menyuplai isian kotak kue (snack box) untuk rapat pagi.

Kesimpulan

Bisnis gorengan adalah bukti nyata bahwa usaha dengan modal kecil bisa menghasilkan keuntungan harian yang besar jika dikelola dengan serius. Ketersediaan bahan baku yang mudah, proses pembuatan yang tidak rumit, dan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap camilan ini adalah kombinasi sempurna untuk memulai wirausaha.

Jangan ragu untuk memulai dari yang kecil. Pilih 2-3 menu andalan dari daftar di atas, fokus pada kualitas rasa dan kebersihan, lalu konsistenlah dalam berjualan. Dengan ketekunan dan strategi pemasaran yang tepat, usaha gorengan kaki lima Anda sangat mungkin berkembang menjadi bisnis kuliner yang mapan. Selamat mencoba dan semoga sukses!

FAQ (Tanya Jawab)

Q: Berapa modal minimal untuk mulai jualan gorengan? A: Anda bisa mulai dengan modal bahan baku Rp 100.000 - Rp 200.000 jika sudah memiliki peralatan masak dasar di rumah.

Q: Bagaimana cara agar gorengan tetap renyah seharian? A: Gunakan campuran tepung beras dan tepung terigu protein sedang, tambahkan sedikit baking powder atau air kapur sirih, dan pastikan minyak benar-benar panas saat adonan dimasukkan.

Q: Apakah perlu izin usaha untuk jualan gorengan depan rumah? A: Untuk skala kecil biasanya tidak perlu izin resmi yang rumit, cukup izin lisan ke RT/RW setempat demi kenyamanan lingkungan.

Q: Apa gorengan yang paling laku saat hujan? A: Gorengan yang disajikan panas dengan kuah atau sambal pedas seperti Mendoan, Tahu Gejrot, dan Bakwan hangat sangat laku saat cuaca dingin/hujan.

Post a Comment for "15 Ide Jualan Gorengan Paling Laris, Modal Kecil Untung Harian"