10 Rekomendasi MacBook Bekas yang Masih Recommended untuk Dibeli
Membeli MacBook bekas (second) sering kali menjadi keputusan finansial yang cerdas, terutama mengingat harga unit baru produk Apple yang cenderung tinggi dan stabil. Di pasar gadget tahun 2026, siklus pembaruan teknologi yang cepat membuat banyak unit MacBook berkualitas tinggi masuk ke pasar barang bekas dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Keunggulan utama dari produk Apple adalah daya tahan perangkat keras dan dukungan pembaruan perangkat lunak yang panjang, sehingga model yang dirilis 3 hingga 5 tahun lalu pun sering kali masih beroperasi dengan performa prima layaknya mesin baru.
Namun, membeli barang bekas memerlukan kejelian dalam memilih model yang tepat agar tidak menyesal di kemudian hari. Tidak semua MacBook bekas memiliki nilai price-to-performance yang baik; beberapa model mungkin sudah terlalu tua untuk menjalankan aplikasi modern, sementara yang lain mungkin memiliki riwayat masalah perangkat keras kronis. Daftar rekomendasi ini telah dikurasi dengan mempertimbangkan performa chipset, kualitas layar, keandalan keyboard, dan ketersediaan dukungan sistem operasi, memastikan Anda mendapatkan mesin terbaik sesuai anggaran yang tersedia.
Daftar Rekomendasi MacBook Bekas
1. MacBook Air M1 (2020)
MacBook Air M1 tetap memegang gelar sebagai "Raja Laptop Bekas" yang paling direkomendasikan hingga saat ini. Meskipun desainnya masih menggunakan bezel yang agak tebal dibanding generasi terbaru, performa chip M1 masih sangat relevan dan mampu mengalahkan banyak laptop Windows baru di kelas harganya. Keunggulan utamanya adalah efisiensi baterai yang luar biasa dan operasional tanpa kipas (fanless), menjadikannya mesin yang hening dan andal untuk mahasiswa maupun pekerja kantoran.
Di pasar bekas, harga unit ini sudah sangat stabil dan terjangkau, menjadikannya pintu masuk terbaik ke ekosistem Apple Silicon. Dengan membeli model ini, Anda mendapatkan keyboard Magic Keyboard (mekanisme gunting) yang nyaman dan anti-macet, serta layar Retina yang tajam. Selama kondisi baterai (Cycle Count) masih wajar dan iCloud aman, MacBook Air M1 adalah investasi paling minim risiko untuk penggunaan jangka panjang.
2. MacBook Pro 14 inci M1 Pro (2021)
Jika Anda mencari performa profesional dengan harga yang sudah terdepresiasi ("turun harga") cukup jauh, MacBook Pro 14 inci dengan chip M1 Pro adalah pilihan emas. Laptop ini membawa perubahan desain besar-besaran dari Apple, termasuk kembalinya port HDMI, slot SD Card, dan pengisian daya MagSafe yang sangat praktis. Layarnya sudah menggunakan teknologi Liquid Retina XDR (Mini-LED) dengan refresh rate 120Hz, memberikan pengalaman visual yang jauh di atas seri Air.
Secara performa, chip M1 Pro masih sangat powerful untuk editing video 4K, produksi musik, atau coding berat di tahun 2026. Membeli unit bekasnya memberikan nilai yang luar biasa karena Anda mendapatkan kualitas layar dan speaker kelas atas yang sama dengan model terbarunya, namun dengan harga yang bisa jadi setengah dari harga rilis awalnya. Pastikan untuk mengecek kondisi layar dari isu dead pixel atau staingate saat membeli unit ini.
3. MacBook Air M2 (2022)
Bagi mereka yang menginginkan desain modern dengan layar "poni" (notch) dan bodi yang lebih kotak namun budget belum cukup untuk membeli seri M3 baru, MacBook Air M2 bekas adalah solusinya. Model ini menawarkan layar yang sedikit lebih luas dan terang dibandingkan M1, serta webcam 1080p yang lebih jernih untuk kebutuhan meeting online. Desainnya yang ultra-tipis dan ringan membuatnya sangat seksi dan portabel untuk dibawa bepergian.
Di pasar bekas, harga MacBook Air M2 mulai melandai seiring munculnya generasi penerus. Kelebihan lain dari model ini adalah hadirnya konektor MagSafe, yang membebaskan dua port USB-C/Thunderbolt untuk digunakan aksesoris lain saat mengisi daya. Meskipun kecepatan SSD varian dasar (256GB) sedikit lebih lambat dari M1, dalam penggunaan dunia nyata, laptop ini tetap terasa sangat cepat dan responsif untuk produktivitas harian.
4. MacBook Pro 13 inci M1 (2020)
Model ini sering kali menjadi alternatif bagi mereka yang membutuhkan performa M1 namun dengan ketahanan kerja yang lebih panjang berkat adanya kipas pendingin aktif. Berbeda dengan MacBook Air M1, MacBook Pro 13 inci M1 mampu mempertahankan performa puncak dalam waktu yang lebih lama tanpa throttling, sehingga lebih cocok untuk tugas rendering ringan. Selain itu, baterai pada model ini dikenal sebagai salah satu yang paling awet dalam sejarah MacBook 13 inci.
Namun, perlu dicatat bahwa model ini masih menggunakan fitur Touch Bar, sebuah panel sentuh pengganti tombol fungsi fisik yang kini sudah ditinggalkan Apple. Bagi sebagian pengguna, Touch Bar adalah fitur yang berguna untuk akses cepat emoji atau kontrol volume, namun bagi yang lain bisa jadi kurang nyaman. Di pasar bekas, harganya sering kali bersaing ketat dengan Air M1, memberikan opsi bagi pengguna yang memprioritaskan baterai dan manajemen suhu.
5. MacBook Pro 16 inci M1 Pro (2021)
Ini adalah rekomendasi utama bagi pengguna yang membutuhkan layar besar ("Big Screen") namun tidak ingin merogoh kocek dalam-dalam untuk seri M3 atau M4 Max. MacBook Pro 16 inci M1 Pro menawarkan bidang kerja yang sangat luas, sistem pendingin yang lebih besar dan hening, serta kualitas speaker yang dianggap terbaik di dunia laptop. Baterainya yang berkapasitas maksimal (100Wh) menjamin produktivitas seharian penuh tanpa adaptor.
Membeli versi 16 inci bekas memberikan keuntungan harga yang signifikan karena depresiasi harga pada model layar besar biasanya lebih tajam dibandingkan model 13/14 inci. Performa chip M1 Pro di bodi 16 inci juga berjalan lebih optimal karena sirkulasi udara yang lebih baik. Ini adalah pilihan tepat bagi editor video, fotografer, atau programmer yang membutuhkan ruang layar ekstensif untuk multitasking.
6. MacBook Pro 13 inci (2020) - Intel Core i5
Rekomendasi ini bersifat spesifik: tujukan pandangan Anda ke model ini HANYA jika Anda mutlak membutuhkan Windows yang berjalan secara native melalui Boot Camp. MacBook Pro 13 inci 2020 adalah seri terakhir yang menggunakan prosesor Intel (Generasi ke-10) sebelum transisi ke Apple Silicon. Keunggulannya dibanding model Intel tahun-tahun sebelumnya adalah sudah menggunakan Magic Keyboard yang nyaman, meninggalkan mekanisme Butterfly Keyboard yang bermasalah.
Di pasar bekas, harganya sudah turun drastis, menjadikannya opsi murah meriah yang cukup bertenaga. Bagi mahasiswa Teknik Sipil atau Arsitektur yang wajib menggunakan software Windows tertentu yang belum optimal di ARM, laptop ini adalah penyelamat. Namun, bersiaplah dengan daya tahan baterai yang jauh lebih boros dan suhu mesin yang lebih panas dibandingkan saudara-saudaranya yang menggunakan chip M-series.
7. MacBook Pro 16 inci (2019) - Intel Core i7/i9
Sama seperti poin sebelumnya, model ini direkomendasikan khusus bagi pemburu spesifikasi tinggi yang masih terikat dengan arsitektur x86 (Intel). MacBook Pro 16 inci 2019 adalah puncak terakhir era Intel dengan GPU diskrit (AMD Radeon) yang kuat, cocok untuk gaming ringan di Windows via Boot Camp atau aplikasi grafis lawas. Layar 16 incinya masih terlihat fantastis dengan bezel tipis dan kualitas warna yang akurat.
Harga bekas unit ini sangat menggiurkan, sering kali bisa didapatkan di bawah 10-12 juta rupiah untuk spesifikasi yang dulunya berharga puluhan juta. Namun, pengguna harus waspada terhadap masalah panas (thermal throttling) yang memang menjadi penyakit bawaan seri ini. Jika Anda bisa menoleransi suara kipas yang kencang demi kompatibilitas software lama dan layar besar, ini adalah barang mewah dengan harga kaki lima.
8. MacBook Pro 13 inci M2 (2022)
Sering disebut sebagai "anak tiri" karena masih menggunakan desain bodi lama (dengan Touch Bar) namun berotak baru (Chip M2), model ini justru menjadi hidden gem di pasar bekas. Karena kurang populer saat peluncuran, stok bekasnya mungkin tidak sebanyak model lain, namun harganya bisa sangat bersaing. Keuntungan utamanya adalah Anda mendapatkan kekuatan chip M2 yang lebih kencang dari M1, dalam bodi klasik yang kokoh.
Daya tahan baterai pada model ini sangat fenomenal, dan keberadaan kipas pendingin membuatnya lebih tangguh daripada MacBook Air M2 dalam menangani beban kerja berkelanjutan. Bagi pengguna yang sebenarnya menyukai fitur Touch Bar dan tidak terlalu peduli dengan desain layar berponi atau port MagSafe, MacBook Pro 13 inci M2 bekas adalah cara cerdas mendapatkan performa tinggi dengan harga yang lebih miring daripada Air M2.
9. MacBook Pro 14 inci M2 Pro (2023)
Bagi Anda yang memiliki budget menengah ke atas dan ingin mencari barang bekas rasa baru ("Like New"), MacBook Pro 14 inci M2 Pro adalah target operasi terbaik. Dirilis awal 2023, model ini belum terlalu tua di tahun 2026, sehingga kondisi baterai dan fisiknya rata-rata masih sangat prima. Peningkatan performa dari M1 Pro ke M2 Pro cukup signifikan di sektor GPU dan efisiensi daya, serta sudah mendukung HDMI 2.1 untuk output ke layar 8K atau 4K 240Hz.
Membeli model ini bekas adalah strategi "Future Proofing" yang cerdas. Anda mendapatkan mesin yang spesifikasinya masih akan relevan hingga 4-5 tahun ke depan, namun sudah terhindar dari depresiasi harga tahun pertama yang paling besar. Ini adalah pilihan paling aman bagi profesional yang ingin keseimbangan antara teknologi terkini dan penghematan biaya.
10. MacBook Air (Early 2020) - Intel Core i3/i5
Sebagai penutup, MacBook Air keluaran awal 2020 (versi Intel) masuk dalam daftar ini sebagai opsi ultra-budget yang masih manusiawi. Penting untuk dicatat: pastikan ini adalah model "Early 2020", bukan model 2018 atau 2019, karena model 2020 sudah menggunakan Magic Keyboard. Laptop ini cocok untuk pelajar SMP/SMA atau mahasiswa sastra yang hanya butuh mengetik, browsing, dan streaming dengan dana yang sangat terbatas.
Meskipun performanya jauh di bawah chip M1 dan baterainya standar, kualitas layar Retina, build quality premium khas Apple, dan trackpad yang luas tetap bisa dinikmati. Harganya di pasar bekas sudah sangat murah. Namun, jadikan ini pilihan terakhir jika dana Anda benar-benar tidak cukup untuk menjangkau MacBook Air M1, dan pastikan Anda tidak berencana melakukan editing video berat di perangkat ini.
Kesimpulan
Membeli MacBook bekas di tahun 2026 menawarkan peluang besar untuk memiliki teknologi premium dengan harga yang rasional. Pilihan paling aman bagi mayoritas pengguna tetap jatuh pada lini Apple Silicon (M1/M2) karena efisiensi dan performanya yang belum tertandingi. Namun, model berbasis Intel juga masih memiliki tempat tersendiri, khususnya bagi pengguna dengan kebutuhan spesifik seperti Boot Camp atau mereka yang memiliki anggaran sangat ketat namun membutuhkan kualitas layar dan keyboard yang baik.
Kunci utama dalam berburu MacBook bekas adalah kesabaran dan ketelitian. Selalu periksa Cycle Count baterai, pastikan tidak ada kunci iCloud atau MDM (Remote Management) yang aktif, serta cek fungsi fisik layar dan keyboard secara menyeluruh. Dengan memilih salah satu dari 10 rekomendasi di atas, Anda bisa mendapatkan perangkat yang tidak hanya menunjang produktivitas, tetapi juga memberikan kepuasan penggunaan jangka panjang tanpa harus menguras tabungan.
Post a Comment for "10 Rekomendasi MacBook Bekas yang Masih Recommended untuk Dibeli"